berawal dari rencana awal buat kanopi, mas agus si calon tukang yang mau mengerjakannya menemuiku untuk menjelaskan perkiraan dana.
setelah kubaca draftnya ternyata membengkak dua kali lipat lebih dari target semula
atas sarannya rencana tsb harus ditunda 2-3 bulan lagi menunggu harga-harga material turun. lalu dalam pembicaraan akhirnya dia curhat tentang kondisi rumah tangganya yang membuatku agak kaget. kupikir smua baik-baik saja tapi ternyata tak sebagus yang kukira dan menurutku beban psikologis dan beban ekonomi yang dia tanggung terlalu berat.
dia minta saranku, dia tanya pendapatku bla bla bla
saat mau pamit dia sempat berujar, "bu, baru kali ini saya curhat tentang masalah keluarga saya. selama ini tidak ada yg bisa saya ajak bicara. trima kasih banyak."
setelah dia pulang saya merenung, setiap orang ternyata punya masalah. tapi yg membuatku heran kenapa dia mau curhat padaku? semoga aku bisa memiliki empati yang baik bagi orang-orang yang membutuhkan. mas agus, smangat!
0 komentar:
Poskan Komentar